Trading dengan Candlestick Berpola Bullish Engulfing


Candlestick berpola bullish engulfing dan bearish engulfing merupakan sinyal kuat untuk pembalikan harga. Pola bullish engulfing secara esensial berlawanan dengan pola bearish engulfing. Lantas bagaimana seorang trader menggunakan formasi bullish engulfing saat terjuan di dunia forex?

Apakah Candlestick Berpola Bullish Engulfing itu?

Pola bullish engulfing terbentuk dari candlestick dimana harga pembukaannya (open)  pada atau di bawah dari penutupan (close) dari candlestick  sebelumnya dan kemudian ditutup (close) di atas open dari candlestick (yang sama) sebelumnya. Agar trading lebih efektif, maka gerak harga dari candlestick  berdasarkan pada gerak harga dari badan candlestick (dari harga pembukaan /open ke harga penutupan/close)—bukan dari total range (level high ke level low) dari panjang candlestick .

Jadi definisi candlestick berpola bullish engulfing adalah kondisi satu candle yang badannya bullish menutup/melampaui candle sebelumnya yang badannya bearish. Pola candlestick yang efektif harus diaplikasikan dalam konteks pasar. Karena pola ini sebagai sinyal pembalikan naik (bullish reversal), maka pola bullish engulfing yang tepat hanya akan muncul setelah harga bergerak menurun (diikuti dengan level low yang terus kian rendah/lower lows)

Catatan: Mungkin Anda menemukan pola engulfing pada pasar yang sedang konsolidasi dan mungkin efektif. Tapi, dalam jangka panjang, Anda bisa mengalami kerugian lebih sering, ketimbang profit jika memaksakan untuk masuk posisi pada pasar dalam fase flat.

Entri: 
Gambar di atas  mengindikasikan harga sedang sedikit menurun, diikuti oleh candlestick berpola bullish engulfing. Anda bisa meraih profit mengesankan dengan entri posisi beli pada saat candle berikutnya dibuka (open) . Tempatkan stop loss di bawah dari candlestick berpola bullish engulfing.

Seperti kebanyakan sinyal candlestick reversal, trading dengan candlestick berpola bullish engulfing juga biasanya lebih efektif, atau setidaknya punya probabilitas yang lebih tinggi, ketika diikuti oleh penurunan harga yang tajam. Alsannya cukup sederhana, pasar bergerak dipicu secara psikologis.

Setelah harga menurun tajam, trader kehilangan keyakinan bahwa pasar akan terus turun tajam atau menurun dalam waktu yang panjang.  Sementara para trader amatir mungkin mencoba untuk mengikuti harga, dan para pemain besar mulai mengamankan profit atau memasuki posisi trading lagi melawan volatilitas gerak harga yang cepat.

Harga bergerak tajam atau tidak, namun trading dengan pola bullish engulfing juga perlu  ditopang dengan konteks pasar. Ukuran relative candle dari pola bullish engulfing sangat penting. Sebagian trader, misalnya, tidak akan masuk posisi dengan pola bullish engulfing kecuali jika candle berpola bullish engulfing lebih besar dari candle sebelumnya

Namun bagi sebagian, jika candle berpola bullish engulfing terlalu besar juga memuat resiko terlalu besar saat menempatkan stop loss

Kesimpulan:

Sebagai sinyal pembalikan harga naik (bullish reversal) candlestick berpola bullish engulfing menjadi salah satu sinyal andalan para trader untuk dijadikan acuan entri posisi. Namun entri posisi juga harus memperhatikan konteks pasar. Dimana pada saat pasar berada pada fase konsolidasi, trading dengan menggunakan formasi bullish engulfing kurang efektif

Dan akan lebih efektif jika entri dilakukan jika gerak harga sebelumnya melaju cepat dengan gerak candle yang mengindikasikan pembentukan level low yang terus menurun (lower lows)

Tidak jarang candle berpola bullish engulfing nampak sangat besar, sehingga mengindikasikan bahwa sinyal pembalikan semakin menguat. Namun, disisi lain formasi bullish engulfing yang terlalu besar memerlukan stop loss yang juga besar . Maka pertimbangkan untuk trading menggunakan candlestick berpola bullish engulfing dengan jangka waktu yang tidak terlalu panjang, misalnya 15 menit atau 1 jam, sehingga dapat meminimalisir resiko kerugian.