Ads 720 x 90

Berartinya Money Management dalam Trading Forex

Apakah Kamu telah berupaya trading forex memakai beragam penanda serta strategi, tetapi kandas terus? Apakah Kamu kerap menang, tetapi keuntungan senantiasa lebih rendah dibanding kerugian? Apakah Kamu telah beli novel serta turut seminar forex mahal, tetapi hasilnya nihil? Ataupun barangkali, Kamu telah meniru metode trading yang dianjurkan seseorang Master Trader, tetapi senantiasa saja hadapi Margin Call? Seluruh permasalahan ini umumnya diakibatkan sebab Kamu belum mempraktikkan Money Management yang baik dalam trading forex.

Money Management merupakan tata kelola dana dalam account trading yang paling tidak mencakup penjagaan saldo account (balance), volume trading (lot) per transaksi, serta rasio Risk/ Reward (RR). Banyak trader forex pendatang baru yang tidak menguasai berartinya Money Management dalam trading forex, sehingga malah trading semacam gambling (judi), dengan mempertaruhkan duit secara sembarangan ataupun bersumber pada firasat saja. Kenyataannya, ketidakpahaman trader pendatang baru menimpa berartinya Money Management ini ialah salah satu pemicu utama kenapa banyak trader yang bangkrut dikala baru memahami dunia forex.

5 Alibi Kenapa Money Management Itu Penting

  • Trader forex pendatang baru acapkali kehilangan saldo, sebab membuka posisi trading sangat banyak, ataupun mempraktikkan jumlah lot sangat besar per transaksi (over-trading). Dampaknya, trader hadapi Margin Call sangat kilat. Sebagian posisi trading- nya ditutup otomatis oleh platform, sementara itu belum hingga bisa untung sedikitpun. Oleh akrena itu, terdapat ahli yang berkata kalau trader pendatang baru semestinya belajar Money Management dahulu, saat sebelum belajar metode analisa teknikal maupun fundamental.


  • Tanpa ketentuan Money Management yang jelas, trader cenderung mengaitkan emosi dalam pembuatan keputusan trading-nya. Bagaikan contoh: Kala baru saja kalah besar, trader malah membuka posisi trading dalam lot kecil, sebab mau “balas dendam” dengan menutup kerugian secepat- cepatnya. Sementara itu, bila keadaan pasar dikala itu memanglah lagi tidak sesuai dengan metode trading Kamu, nantinya malah Kamu dapat hadapi kerugian yang jauh lebih besar lagi.


  • Trading forex tanpa Money Management hendak membuat Kamu bimbang wajib melaksanakan apa dikala mengidap kerugian beruntun (drawdown). Telah ubah pair, ubah penanda, kok masih rugi terus? Sehabis itu, injeksi saldo serta trading lagi, tetapi kembali hadapi perihal yang sama. Dalam suasana ini, apa yang wajib dicoba? Trader yang mengerti berartinya Money Management dapat jadi hendak kurangi besarnya volume trading (lot) per transaksi, ataupun malah menyudahi trading dahulu sampai keadaan pasar jadi lebih tenang.


  • Tanpa ketentuan Money Management, trader tidak memiliki standar ambil profit serta toleransi kerugian yang jelas. Dikala sesuatu posisi trading baru untung sedikit, bisa jadi dekat 4- 5 pips, langsung ditutup buat take profit sebab khawatir jika harga berganti arah. Tetapi, kala terdapat posisi trading yang tidak cocok ekspektasi malah dibiarkan floating dengan harapan sesuatu dikala nanti hendak berputar jadi cuan, sampai kesimpulannya rugi ratusan pips. Berharap hingga kapan? Ini wajib terdapat standarnya dalam wujud Stop Loss. Apabila trading forex secara sembarangan begini, tidak terdapat sasaran profit serta Stop Loss, hingga bisa ditentukan kalau kerugian total bakal jauh melebihi keuntungan yang didapat.


  • Kala dini trading forex tanpa Money Management, dapat jadi Kamu hadapi keuntungan. Sebutlah itu“ beginner’ s luck” alias keberuntungan pendatang baru. Tetapi, perihal itu takkan bertahan lama. Begitu keadaan pasar berganti serta Kamu mengaitkan emosi, hingga keuntungan ludes, modal pokok hangus, setelah itu bangkrut. Supaya dapat memperoleh keuntungan secara tidak berubah- ubah dalam trading forex, tiap trader wajib mempraktikkan sesuatu ketentuan Money Management tertentu.


Konsep Dasar Money Management

Money Management merupakan kunci kesuksesan para trader handal, baik mereka yang trading buat dirinya sendiri, ataupun mereka yang bekerja di lembaga- lembaga keuangan besar. Buku- buku serta postingan menimpa topik ini juga telah banyak ada. Tetapi, pada biasanya, ulasan menimpa Money Management itu lumayan rumit, sebab tiap trader hendak menyesuaikannya dengan persediaan modal serta atensi resiko tiap- tiap.

Untuk trader pendatang baru, yang terutama merupakan menguasai konsep Money Management dasar, setelah itu melaksanakan percobaan pada account demo buat menyusun ketentuan yang sangat sempurna bersumber pada pengalaman simulasi trading tersebut. Nah, buat itu, di mari hendak dipaparkan 3 konsep Money Management sangat dasar.

  • Persentase modal yang dipergunakan buat trading dalam satu waktu.


Apabila telah berupaya trading forex, pada account riil ataupun account demo, pasti Kamu ketahui kalau saldo hendak naik- turun( floating) menjajaki keuntungan serta kerugian pada pada posisi trading yang masih terbuka. Oleh sebab itu, misalnya Kamu memiliki modal 1000 Dolar AS, hingga tidak boleh memakai keseluruhannya buat open posisi. Pergantian harga di pasar forex dapat terjalin sewaktu waktu serta besarnya juga dapat sangat besar. Jadi, tiap dikala, trader wajib menyisakan sebagian besar saldo bagaikan“ bantalan” supaya posisi trading dapat floating serta survive lebih lama.

Jika begitu, kemudian berapa besar modal yang boleh digunakan buat trading forex? Menimpa ini, terdapat sebagian ketentuan universal yang umum dipakai oleh kebanyakan trader. Antara lain ketentuan 5 persen( 5% rule), ketentuan 3 persen( 3% rule), ataupun ketentuan 2 persen( 2% rule). Maksudnya, dalam satu waktu, trader cuma boleh memakai persentase sebesar itu saja dari modal, tidak hirau apakah ia membuka satu posisi trading saja ataupun membuka sebagian posisi trading. Kamu dapat menyesuaikannya sendiri dengan atensi resiko Kamu. Pastinya, terus menjadi besar persentasenya, hingga kian besar pula risikonya.

  • Pengaturan volume trading (lot) per transaksi.


Berapa besar lot yang Kamu pakai tiap kali trading? Terdapat trader yang memastikan 1 lot mini, (0. 1) 1 lot standar (1), 3 lot mikro (0. 03), ataupun yang lain. Boris Schlossberg, seseorang trader populer, sempat menganjurkan supaya para trader pendatang baru memakai dimensi lot terkecil saja, sebesar 1 lot mikro (0.01) tiap kali open posisi. Tetapi, terdapat pula trader handal yang membagikan anjuran berbeda. Apalagi, terdapat trader handal yang memakai rumus matematika rumit buat mengendalikan volume trading- nya. Pastinya, pengaturan jumlah lot ini wajib disesuaikan dengan persediaan modal Kamu.

  • Pengaturan rasio Risk/ Reward per transaksi.


Secara harfiah, rasio Risk/ Reward bemakna berapa besar keuntungan yang diharapkan serta kerugian yang bisa ditolerir dalam sesuatu posisi trading forex. Semisal, Kamu memastikan kalau tiap posisi trading hendak menjajaki ketentuan Risk/ Reward 1 : 2, berarti bila sasaran profit sebanyak 20 pips, hingga Kamu hendak memastikan Stop Loss pada jarak 10 pips. Bila Risk/ Reward sebesar 1 : 3, hingga dikala sasaran profit sebanyak 30 pips, Stop Loss ditempatkan pada jarak 10 pips. Demikian seterusnya.

Ketentuan rasio Risk/ Reward yang diresmikan oleh tiap trader dapat berbeda- beda. Tetapi, satu perihal yang tentu: Rasio Risk/ Reward minimun merupakan 1 : 1.5. Maksudnya, Kamu tidak boleh mempraktikkan sasaran profit serta Stop Loss pada jarak yang sama. Kenapa demikian? Sebab jika begitu, hingga keuntungan Kamu hendak sangat bergantung pada penanda teknikal ataupun strategi yang diterapkan. Begitu keadaan pasar berganti jadi tidak sesuai dengan penanda, Kamu bakal hadapi rugi besar- besaran serta susah sekali buat pulih. Kebalikannya, bila Rasio Risk/ Reward- nya lebih dari 1 : 1, hingga terdapat mungkin untuk Kamu buat memulihkan kerugian beruntun dalam waktu lebih pendek. Hasil trading Kamu juga takkan sangat bergantung pada kehandalan penanda serta keadaan pasar.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter