Langsung ke konten utama

Seperti Ini Realisasi Produk Domestik Bruto Indonesia di Kuartal Terakhir 2020



Pandemi yang terjadi di tahun 2020 mengakibatkan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Dalam perhitungan Badan Statistik (BPS), ekonomi Indonesia di tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,07% secara year-on-year. 


Realisasi pertumbuhan itu sesuai dengan proyeksi yang dibuat pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah memprediksi, pertumbuhan ekonomi di tahun ini berada di kisaran minus 2,2% yoy hingga minus 1,7% yoy.


Pertumbuhan tahunan itu tidak terlepas dari hasil yang dicapai di kuartal IV. Di kuartal tersebut, perekonomian Indonesia atas dasar harga berlaku tercatat Rp 3.929 triliun dan atas harga konstan sebesar Rp 2.709 triliun.


Menurut BPS, dengan hasil tersebut maka ekonomi Indonesia di kuartal terakhir tahun lalu mengalami kontraksi sebesar 0,42% dibandingkan dengan pencapaian di kuartal III. Jika dibandingkan dengan kuartal keempat tahun sebelumnya, angka itu mencerminkan kontraksi sebesar 2,19%.

Pencapaian ekonomi Indonesia di kuartal terakhri tahun lalu uga tidak terlepas dari situasi global. Di periode tersebut, ekonomi masih bergerak lemah. Di satu sisi, indeks PMI global mulai meningkat. Namun peningkatan itu terbatas oleh masih tingginya kasus infeksi virus corona di berbagai negara.


Ekonomi yang mulai menggeliat juga terlihat dari pergerakan harga komoditas di kuartal keempat. Komoditas pangan, seperti minyak sawit dan kedelai mulai tumbuh, jika dihitung dalam basis kuartal ke kuartal maupun dalam basis tahun ke tahun. Tren serupa juga diperlihatkan oleh harga komoditas pertambangan, seprti bijih besi, timah dan tembaga.


Jika dirinci berdasarkan komponen pengeluaran, hanya konsumsi pemerintah yang memperlihatkan pertumbuhan dalam basis tahunan di periode kuartal keempat. Sedangkan komponen lain, yang terdiri dari konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto atau investasi, serta ekspor dan impor, mengalami penurunan (Lihat infografis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menggunakan Telegram sebagai Penyimpanan Cloud Pribadi Anda

Orang sering menggunakan layanan penyimpanan online untuk menyimpan foto, video, dokumen, dan banyak hal lainnya. Tapi, saya kira sebagian besar layanan cloud hanya menyediakan ruang penyimpanan terbatas untuk digunakan dan jika Anda melebihi batas, Anda akan diminta untuk membeli penyimpanan tambahan. Tetapi, dengan Telegram, Anda dapat menyimpan file tanpa batas secara online dan Anda mendapatkannya kapan pun Anda mau. Gunakan Telegram sebagai Penyimpanan Cloud Pribadi Telegram adalah layanan pengiriman pesan berbasis cloud gratis yang dapat Anda akses melalui smartphone Android atau iOS, laptop Mac atau Windows atau langsung melalui browser web. Ini sangat nyaman dan tidak perlu khawatir kehilangan pesan Anda karena menyimpan semua yang ada di cloud-nya. Dan kami akan memanfaatkan fitur ini. Lebih jauh lagi, hal terbaik tentang Telegram adalah menyediakan fasilitas bot bagi kami. Anda dapat membuat bot sendiri untuk bekerja sesuai keinginan. Lihat, penyimpanan harus bersifa

Software Juara Trading Profitable. Proven profitable. Only for serious trader.

Solutip begitu kata Bu Tejo. Software artiicial intelegence (kecerdasan buatan) dalam platform meta trader 4 ini adalah solusi bagi mereka yang terdampak pandemi. 

Arrogance is deadly sin in trading

"Arrogance is deadly sin in trading" - Alexander Elder Menjadi trader yang rendah hati dan tidak sombong, bukan perkara mudah. Ibaratnya melawan ego dan rasa benar sendiri yang ada pada diri. Terlalu yakin pada sistem dan besarnya dana / balance yang dimiliki. Confidence  (percaya diri) terhadap kemampuan boleh-boleh saja, bahkan diperlukan, namun  over-confidence  (ke-pede-an) menjadi biang kerok dan akar masalah. Gejala  over-confidence  bisa disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya, beberapa kali entri posisi yang selalu dalam kondisi tepat (profit) dan modal yang besar. Banyak trader-trader yang merasa sistemnya sangat tangguh dan bahkan seakan-akan tidak terkalahkan. Bisa jadi setahun, dua tahun, atau bahkan sudah menjadi ribuan persen. Namun ketika mereka sudah dihingapi penyakit halus ini, lambat laun, secara disengaja ataupun tidak,  over confidence  terpupuk dengan tebal. Pujian dan follower yang banyak akhirnya menjadikan mereka lupa diri dan lupa pada