Diskon Besar, Diler Mobil Baru Kejar Target Baru

Minggu, 07 Maret 2021 | 09:00 WIB

Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Meski insentif berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi 0% baru berlaku beberapa hari. Namun Agen Pemegang Merek (APM) otomotif sudah bisa menikmati kenaikan penjualannya. Setidaknya, insentif PPnBM tersebut berhasil menstimulus konsumen membeli mobil baru.

Rizwan Alamsjah, Vice President PT Krama Yudha selaku pemegang merek Mitsubishi menyebutkan, pihaknya sudah mendapat laporan kenaikan pesanan mobil sejak insentif PPnBM berlaku. Jika sebelumnya pesanan mobilnya 5-6 unit per hari, sejak insentif PPnBM terjadi lonjakan pesanan menjadi 25 unit per hari, jadi menurut kami hal ini sangat positif, jelas Rizwan.

Kenaikan penjualan Mitsubishi diharapkan bisa menepis tudingan banyak pihak yang menganggap pemberian stimulus tak tepat. Bagi kami ini waktu yang tepat, karena distribusi vaksin berjalan, kondisi kesehatan nasional membaik, serta perekonomian masyarakat menggeliat, kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Nangoi berharap, penjualan mobil tahun ini bisa mencapai 70.000 sampai 80.000 unit per bulan. Sekadar gambaran, tahun 2020 lalu, penjualan mobil nasional anjlok 48,35% menjadi 532.027 unit. Adapun penjualan mobil bulan Januari lalu hanya 52.9 10 unit.

Insentif PPnBM diharapkan bisa memacu penjualan agar perusahaan perakitan mobil kembali menambah produksi. Jika tak ada produksi, imbasnya bisa berbuntut panjang, rantai pasok industri otomotif juga terdampak. Sementara, sektor industri ini menanggung masa depan 1,5 juta pekerja. Kami yakin kebijakan ini memberikan napas baru bagi industri otomotif yang belakangan ini mengalami tahun yang berat, kata Nangoi.

PPnBM adalah komponen wajib dibayarkan konsumen saat membeli mobil dengan tarif kisaran 10%-30%. Insentif ini membuat pembeli tak perlu bayar PPnBM alias ditanggung pemerintah. Mobil yang mendapatkan insentif adalah mobil dengan kandungan dalam negeri tinggi, seperti; Toyota Avanza, Toyota Rush, Honda Brio, Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander, dan Suzuki Ertiga. Kemudian sedan atau hatchback seperti Toyota Yaris dan Toyota Vios. Nangoi menambahkan, jika penjualan naik, manfaat tak hanya dirasakan industri otomotif tetapi juga ekosistem industrinya, mulai dari bahan baku, komponen, termasuk lembaga pembiayaan dan asuransi.

kontan