Dollar AS melemah dengan turunnya imbal hasil Treasury AS


 GBP/USD berhasil keluar dari tekanan dan berbalik naik ke arah 1.38 dengan melemahnya dollar AS bersamaan dengan turunnya yields AS. 

GDP Inggris kuartal ke 4 tahun 2020, di upgrade menjadi 1.3%.


GDP kuartal ke 4 Inggris di upgrade menjadi 1.3% dari sebelumnya 1%. Namun penggerak naik Sterling terutama berasal dari suksesnya kampanye vaksin Inggris. Tidak seperti di Eropa dan bahkan di AS, kasus Covid – 19 di Inggris dan kematian akibat Covid – 19 mengalami penurunan. Hal ini memberikan pemerintah kebebasan untuk melanjutkan program pembukaan kembali ekonomi Inggris.


Di sisi lain, dollar AS melemah dengan turunnya imbal hasil Treasury AS. Turunnya imbal hasil Treasury AS disebabkan karena Biden mengatakan akan menaikkan pajak untuk mendanai sebanyak $2 triliun dari belanja infrastruktur senilai $3 triliun. Hal ini berarti berkurangnya penerbitan surat hutang pemerintah AS yang menaikkan harga dari obligasi AS sehingga menurunkan yields obligasi AS yang diikuti dengan melemahnya dollar AS.


Secara keseluruhan, dollar AS cenderung turun sementara Sterling tetap kuat sehingga pasangan matauang GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikannya.


“Support” terdekat menunggu di 1.3735 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3700 dan kemudian 1.3670. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3820 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3850 dan kemudian 1.3900.