Emas naik di Memorial Day Rekor Tertinggi di 5 Bulan



 Pada hari Jumat minggu lalu, harga emas berjangka membukukan penutupan mingguan untuk pertama kalinya di atas $1,900 sejak awal Januari  dan memulai minggu yang baru dengan relatif agak tenang. Walaupun harga emas berhasil naik lebih tinggi ke $1,910 selama jam perdagangan sesi Eropa, emas harus berjuang untuk mempertahankan momentum bullishnya pada paruh kedua dari hari perdagangan.


Dengan tipisnya volume perdagangan berhubung adanya hari libur Memorial Day di AS, harga emas terakhir terlihat bergerak sideways disekitar $1,906.


Di Amerika serikat, Core Personal Consumption Expenditure (Core PCE) yang menjadi alat pengukur inflasi yang dipilih oleh Federal Reserve AS, muncul menyentuh 3.1% untuk bulan April di atas daripada yang diperkirakan. Angka ini juga secara signifikan berada di atas dari target the Fed yang sebesar 2%. Emas yang biasa dipakai sebagai lindung nilai terhadap inflasi mendapatkan dukungan dari tekanan inflasi ini.


Investor juga kelihatannya sudah berhasil dikuasai oleh pandangan the Fed yang terus berpegang kepada sikap yang dovish bahwa kenaikan harga-harga hanya bersifat sementara. Dengan demikian angka inflasi yang terakhir ini tidak akan menggerakkan the Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini terbukti dengan turunnya yields obligasi AS yang dipandang sebagai faktor berikutnya yang menambah dukungan terhadap harga emas.


Kombinasi dari faktor-faktor diatas telah memukul dollar AS. Melemahnya dollar AS juga menguntungkan bagi komoditi yang berdenominasi dollar AS termasuk emas.


“Support” terdekat menunggu di $1,897 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,845. “Resistance” terdekat menunggu di $1,912 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,940 dan kemudian $1,969.